Saturday, 10 October 2015

Gladian Pimpinan Satuan Penegak

 
 

    PIMPINAN SATUAN PENEGAK




SALAM PRAMUKA !!

            DAFTAR ISI 

1.1 Sejarah Gerakan Pramuka 
1.2 Struktur Organisasi Ambalan 
1.3 Manajmen Organisasi Gerakan Pramuka 

2.1 Pola dan mekanisme pramuka    Penegak Dan Pandega
2.2 Musyawarah Ambalan 
2.3 Administrasi Ambalan 

3.1 Program Kerja Ambalan
3.2 Pembuatan Naskah Usulan Kegiatan
3.3 Pencapaian SKU dan SKK Sebagai Standart Kurikulum Kepramukaan

4.1 Menjadi Pemimpin Dan Motivator yang baik
4.2 Penyeragaman Tata upacara Pramuka Penegak dan pandega
4.3 Penyuluhan dan Penanggulangan 
4.4 Adat Ambalan,Sandi Ambalan, dan Renungan Jiwa


      1.1 SEJARAH GERAKAN PRAMUKA 


   AWAL KEPRAMUKAAN DI INDONESIA 

   MASA HINDIA BELANDA 

      Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda indonesia mempunyai saham besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepramukaan nasional indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepramukaan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.

Organisasi kepramukaan di indonesia dimulai oleh adanya cabang ''Nederlandse Padvinders Organisatie'' (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya perang dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi '' Nederlands Indische Padvinders Vereenniging '' (NIPV) pada tahun 1916

Organisasi Kepramukaan yang diprakarsai oleh bangsa indonesia adalah ''Javaanse Padvinders Organisatie'' (JPO); berdiri atas prakarsa S.P Mangkunegara VII pada tahun 1916 

Kenyataan bahwa kepramukaan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut diatas dapat diperhatikan pada adanya ''Padvinder Muhammadiyah'' yang pada 1920 berganti nama menjadi '' Hisbul Wathon'' (HW); '' Nationale Padvinderij'' yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan '' Syarikat islam Afdeling Padvinderij '' yang kemudian diganti menjadi '' syarikat islam Afdeling Pandu '' dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietishe Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamietan Bond (JIB) dan Indonesich Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh pemuda Indonesia.

Hasrat bersatu bagi organisasi kepramukaan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu "Persaudaraan Antara Pandu Indonesia" merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ, dan PPS Pada tanggal 23 Mei 1928 

Federasi ini tidak dapat bertahan lama, Karena niat adanya fusi, Akibatnya pada 1930 berdirilah kepanduan bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders / Pandu kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP- Jong java Padvinderij);
PK-Pandu Kebangsaan).

PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) Pada bulan April 1938

Pada tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepramukaan Indonesia baik yang bernafas utama kebangsaan maupun bernafas agama.
Kepramukaan yang bernafas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI) Padvinders organisatie Pasundan(POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK), Dan Kepanduan Rakyat Indonesia ( KRI ). Sedangkan yang bernafas agama Pandu Anshor, Al Wathoni, Hizbul Wathon, Kepandua Islam Indonesia( KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma ( Kristen ), Kepanduan Azas Khatolik Indonesia ( KAKI ), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).

Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI Merencanakan " All Indonesia Jamboree" . Rencana iniMengalami beberapa perubahan Baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, Yang kemudian disepakati diganti dengan " Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemom" disingkat PERKINO dan dilaksanakan  pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.



Masa Bala Tentara Dai Nippon 

"Dai Nippon" ! Itulab nama yang dipakai Untuk menyebut Jepang pada waktu itu. Pada masa perang dunia II, Bala tentara Jepang mengadakan penyerangan Dan Belanda meninggalkan Indonesia. Partai dan organisasi rakyat Indonesia, Termasuk gerakan kepramukaan dilarang berdiri.Namun upaya menyelenggarakan PERKINO II Tetap dilakukan. Bukan hanya itu, Semangat kepramukaan tetap menyala di dada para anggotanya. 


Masa Republik Indonesia 

Sebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Beberapa tokoh kepramukaan berkumpul di YogyakartaDan bersepakat untuk Membentuk panitia kesatuan kepanduan Indonesia Sebagai suatu Panitia kerja,Menunjukkan Pembentukan suatu Satu wadah organisasi kepramukaan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera Mengadakan kongres kesatuan kepanduan Indonesia. 

Kongres yang dimaksud dilaksanakan pada tanggal 27 sampai 29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu rakyat Indonesia.Perkumpulan ini didukung oleh segenap Pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan " janji ikatan sakti" , Lalu pemerintah Republik Indonesia Mengaku sebagai satu-satunya organisasi kepramukaan yang ditetapkan dengan keputusan menteri pendidikan, Pengajaran dan kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.

Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan pada peringatan Kemerdekaan 17 Agustus 1945 waktu diadakan api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, Senjata Belanda mengancam dan Memaksa SoePrapto Menghadap Tuhan, gugur sebagai pandu, Sebagai patriot yangMembuktikan cintanya pada negaraTanah air Dan bangsanya Di daerah yang diduduki Belanda Pandu rakyat dilarang berdiri Keadaan ini mendorong berdirinya perkumpulan lain seperti kepanduan Putra Indonesia (KPI), Pandu Putri Indonesia (PPI), kepanduan indonesia muda (KIM).

Masa perjuangan bersenjata Untuk mempertahankan Negeri Tercinta Merupakan pengabdian juga Bagi para anggota Pergerakan kepramukaan di Indonesia Kemudian Berakhirlah periode perjuangan bersenjata Untuk menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan itu Pada waktu inilah Pandu rakyat Indonesia Mengadakan kongres kedua Di Yogyakarta pada tanggal 20 sampai 22 Januari 1950.

Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima konsepsi baru yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupkan kembali bekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Raya Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia dengan keputusan menteri PP&K nomor 2344 / Kab. Itu keluar Maka Wakil-wakil organisasi kepramukaan Mengadakan Konferensi di Jakarta Pada saat inilah Tepatnya Tanggal 16 September 1951 Diputuskan berdirinya ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) Sebagai suatu federasi. 






0 comments:

Post a Comment